
4 RAMADAN 1447 H: PUASA DAN PENGENDALIAN DIRI
BISMILLAAHIRROHMAANIRROHIIM.
ALLOOHUMMA SHOLLI ‘ALAA ASYROFI KHOLQIKA MUHAMMADIN, WA ‘ALAA AALIHI WA ASHHAABIHI AJMA’IIN.
ALHAMDULILLAAHI RABBIL ‘AALAMIIN, HAMDAN YUWAAFI NI’AMAHU WA YUKAAFI’U MAZIIDAH.
WASH-SHALAATU WAS-SALAAMU ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN, WA ‘ALAA AALIHI WA SHAHBIHI AJMA’IIN.
AMMAA BA’DU.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Semoga rahmat, keberkahan, dan perlindungan Allah SWT senantiasa tercurah kepada kita semua.
Sahabat pembaca setia Kabar Negeri Plus (KN+), memasuki hari keempat Ramadan, kita diingatkan bahwa puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi latihan besar dalam mengendalikan diri secara menyeluruh.
Puasa sebagai Latihan Pengendalian Diri
Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)
Ayat ini menegaskan bahwa puasa adalah sarana pembentukan taqwa. Dan salah satu fondasi utama taqwa adalah kemampuan mengendalikan diri.

Mengendalikan Nafsu: Inti dari Puasa
Puasa menempatkan manusia dalam kondisi yang tidak biasa: lapar, haus, dan keinginan yang ditahan. Di sinilah letak kekuatan puasa.
1. Mengendalikan emosi
Marah, tersinggung, atau reaktif adalah hal yang sering muncul. Puasa melatih kita untuk tetap tenang dan menahan diri.
2. Mengendalikan keinginan
Tidak semua yang diinginkan harus dipenuhi. Bahkan yang halal sekalipun ditahan pada waktu tertentu.
3. Mengendalikan ucapan
Tidak berkata kasar, tidak menyakiti, tidak berbohong. Lisan adalah cermin dari kendali diri.
4. Mengendalikan tindakan
Puasa bukan hanya tidak makan, tetapi juga menahan diri dari perbuatan yang merusak nilai ibadah.
Puasa dan Kekuatan Mental
Orang yang mampu mengendalikan dirinya adalah orang yang kuat.
Puasa membentuk:
- Kesabaran dalam tekanan
- Keteguhan dalam godaan
- Konsistensi dalam kebaikan
Inilah yang membedakan antara puasa yang sekadar formalitas dan puasa yang membentuk karakter.
Refleksi: Siapa yang Mengendalikan Hidup Kita?

Hari keempat menjadi momen evaluasi:
Apakah kita yang mengendalikan diri kita?
Atau justru kita dikendalikan oleh emosi, kebiasaan, dan hawa nafsu?
Jika masih mudah marah, mudah lalai, dan sulit menahan diri, maka puasa kita belum bekerja secara optimal.
Ramadan hadir untuk mengubah itu.
Pesan Hari Ini
Puasa adalah latihan mengendalikan diri.
Siapa yang mampu menguasai dirinya, ia sedang membangun jalan menuju taqwa.
Penutup
Ramadan bukan sekadar ibadah, tetapi proses pembentukan karakter. Hari keempat mengajarkan bahwa kekuatan seorang mukmin terletak pada kemampuannya mengendalikan diri dalam segala keadaan.
Wallahu a’lam bish-shawab.
Zea Safitri – Kabar Negeri Plus mengucapkan selamat menunaikan Ibadah Puasa 1447 H.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

