
KEUTAMAAN SHALAT TARAWIH DI BULAN RAMADHAN 1447 H: MOMENTUM MENGUATKAN IMAN DAN MERAIH AMPUNAN
Kabar Negeri Plus – Bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah menjadi momentum terbaik bagi umat Islam untuk memperkuat iman dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Salah satu ibadah utama yang menghidupkan malam-malam Ramadhan adalah shalat tarawih-ibadah sunnah yang sarat dengan keutamaan, ampunan, dan pahala berlipat.
Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW: “Barang siapa yang melaksanakan qiyam Ramadhan dengan iman dan penuh harap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini menegaskan bahwa tarawih bukan sekadar rutinitas, melainkan jalan nyata menuju pengampunan.
Dalam khazanah keislaman, setiap malam tarawih diyakini memiliki keutamaan tersendiri. Berikut rangkaian keutamaan dari malam pertama hingga malam ke-30 bulan suci Ramadhan 1447 H.:
Malam 1–14 (Pembuka Ampunan dan Pembersihan Diri):
- Keluarnya dosa orang mukmin
- Diampuni dosa kedua orang tua
- Diampuni oleh Allah SWT
- Berpahala seperti membaca Al-Qur’an
- Pahala seperti shalat di Masjidil Haram
- Pahala seperti thawaf
- Ditolong dari serangan kejahatan
- Mendapat anugerah
- Ibadahnya seperti para nabi
- Diberi rezeki dunia dan akhirat
- Seperti dilahirkan kembali (bersih dari dosa)
- Wajah bercahaya seperti bulan purnama
- Selamat dari keburukan
- Tidak dihisab di hari kiamat

Malam 15–20 (Penguatan Derajat dan Perlindungan):
15. Malaikat memintakan ampunan
16. Selamat dari neraka
17. Mendapat pahala seperti para nabi
18. Diridhai Allah SWT
19. Diangkat derajat di surga Firdaus
20. Mendapat pahala mati syahid
Malam 21–30 (Puncak Keutamaan dan Balasan Surga):
21. Dibangunkan rumah dari cahaya di surga
22. Diselamatkan dari kesusahan hari kiamat
23. Dibangunkan kota di surga
24. Doa-doanya dikabulkan
25. Dijauhkan dari siksa kubur
26. Mendapat pahala setara 40 tahun ibadah
27. Dimudahkan melewati shirathal mustaqim
28. Diangkat 1.000 derajat
29. Mendapat pahala 1.000 ibadah haji
30. Balasan surga
Keutamaan-keutamaan ini harus dipahami secara bijak sebagai motivasi spiritual, bukan sekadar hitungan matematis pahala. Esensi utama tarawih terletak pada keikhlasan, kekhusyukan, dan konsistensi dalam menghidupkan malam-malam Ramadhan.
Memasuki sepuluh malam terakhir, nilai ibadah semakin tinggi karena di dalamnya terdapat Lailatul Qadar-malam yang lebih baik dari seribu bulan. Di sinilah tarawih menjadi bagian penting dari ikhtiar meraih kemuliaan tersebut.
Kabar Negeri Plus mengajak seluruh umat Muslim untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Di tengah kesibukan dunia, shalat tarawih adalah ruang jeda yang menenangkan sekaligus menguatkan-ringan dikerjakan, namun besar ganjarannya.
Ramadhan adalah kesempatan yang terbatas. Maka, hidupkan setiap malamnya dengan tarawih. Bisa jadi, satu malam yang kita jaga dengan iman dan harap, menjadi penentu keselamatan kita di hadapan Allah SWT.
(Dok. KN+ / Zea Safitri)

