
Nyekar Jelang Ramadan 2026: TPU Desa Tanjung Sari, Natar Ramai Peziarah
Kabar Negeri Plus — Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, tradisi nyekar atau ziarah kubur kembali ramai dilakukan masyarakat. Di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Tanjung Sari, Kecamatan Natar, suasana sejak pagi terlihat lebih padat dari hari biasa. Warga berdatangan membawa bunga tabur dan air, membersihkan pusara keluarga, lalu memanjatkan doa dengan khusyuk.
Nyekar bukan sekadar ritual tahunan. Bagi banyak keluarga, ini momentum membersihkan makam, menabur bunga, membaca yasin, doa, serta mengirim tahlil sebagai bentuk penghormatan dan pengingat akan kematian. Tradisi ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi, karena tak jarang anggota keluarga yang jarang bertemu kembali berkumpul di area pemakaman.
Secara kultural, ziarah kubur menjelang Ramadan telah menjadi tradisi yang mengakar di berbagai daerah. Esensinya tetap sama: mendoakan leluhur sekaligus membersihkan hati sebelum memasuki bulan penuh ampunan. Di TPU Desa Tanjung Sari, Natar, aktivitas peziarah dalam dua hingga tiga hari terakhir terlihat meningkat dibanding hari biasa. Sejak pagi hingga siang, warga silih berganti datang untuk membersihkan pusara dan memanjatkan doa.
Salah satu warga yang ditemui di lokasi, enggan disebutkan namanya, mengaku rutin berziarah setiap menjelang Ramadan. Menurutnya, nyekar bukan sekadar kebiasaan tahunan, melainkan bagian dari persiapan batin menyambut bulan suci dengan hati yang lebih tenang.
“Kami datang untuk membersihkan makam orang tua dan saudara. Alhamdulillah, lokasi kuburan ini juga sudah rapi dan bersih karena dirawat oleh pengurus makam di sini, jadi kami tinggal merapikan dan berdoa. Ini sudah jadi kebiasaan keluarga. Rasanya belum lengkap menyambut Ramadan kalau belum nyekar,” ujarnya.
Ia menambahkan, ziarah menjadi momen untuk mengenang jasa orang tua sekaligus menguatkan niat agar memasuki Ramadan dengan hati yang lebih bersih dan penuh kesadaran.
Tokoh agama setempat mengingatkan agar ziarah dilakukan dengan tertib dan tidak berlebihan. Esensinya adalah doa dan refleksi diri, bukan pada seremoninya. Nyekar menjadi pengingat bahwa hidup bersifat sementara dan setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Sang Pencipta.
Sementara itu, Ramadan 1447 Hijriah atau Ramadan 2026 diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Meski demikian, kepastian awal puasa tetap menunggu hasil sidang isbat yang akan digelar pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia. Penetapan tersebut didasarkan pada hasil pemantauan hilal di sejumlah titik di Indonesia serta perhitungan hisab sebelum diumumkan secara resmi kepada publik.
Sebagai bagian dari adab ziarah, umat Muslim dianjurkan membaca doa saat memasuki area pemakaman:
“Assalamu’alaikum ahlad diyaar minal mu’miniina wal muslimiin, wa innaa insyaa Allahu bikum laahiquun. Nas’alullaaha lanaa wa lakumul ‘aafiyah.”
Artinya: Semoga keselamatan tercurah atas kalian, wahai penghuni kubur dari kalangan orang-orang mukmin dan muslim. Sesungguhnya kami, insya Allah, akan menyusul kalian. Kami memohon kepada Allah keselamatan untuk kami dan untuk kalian.
Di tengah penantian keputusan resmi awal Ramadan, tradisi nyekar di TPU Desa Tanjung Sari tetap menjadi momen hening bagi warga untuk menata niat dan membersihkan hati sebelum memasuki bulan suci.
(Dok. KN+ / Zea Safitri)

