
Kelas Pekerja/Buruh Berduka, Agus Saprudin Sutopo Berpulang
Pejuang Buruh Itu Telah Pergi, Nilai dan Perjuangannya Tetap Hidup
Gerakan pekerja/buruh dan dunia jurnalistik kembali berduka. Agus Saprudin Sutopo berpulang ke rahmatullah pada Minggu malam, 25 Januari 2026, usai menunaikan salat Isya.
Almarhum dikenal luas sebagai sosok yang secara konsisten mengidentitaskan dirinya sebagai bagian dari masyarakat kuli bongkar muat. Lahir dan tumbuh dari kelas pekerja, Agus Saprudin kerap menyebut dirinya sebagai representasi masyarakat korban kebijakan. Dengan latar belakang pendidikan Sekolah Dasar (SD) yang tidak tamat, keterbatasan tersebut tidak pernah menjadi penghalang dalam perjuangannya membela kaum buruh dan para pencari keadilan.
Beralamat di Jl. By Pass Soekarno Hatta, Kampung Jambu, RT 022 LK II, Kelurahan Way Lunik, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung, almarhum dikenal aktif mendampingi dan menyuarakan kepentingan pekerja/buruh, baik melalui advokasi langsung maupun melalui jalur jurnalistik. Ia teguh memegang ideologi Pancasila dan konsisten berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan serta keadilan sosial.
Di lingkungan serikat pekerja/buruh di Lampung, almarhum bukan sekadar pembina organisasi. Ia adalah penjaga nilai, penuntun arah, sekaligus sumber kebijaksanaan dan inspirasi dalam berbagai kegiatan yang menyangkut hak-hak pekerja secara bermartabat. Pribadinya dikenal rendah hati, namun tegas dalam prinsip. Kiprahnya di dunia jurnalistik juga mencerminkan komitmen kuat terhadap integritas profesi serta keberanian berpihak pada kebenaran—nilai-nilai yang selalu ia tanamkan kepada rekan-rekannya.
Nasihat dan pemikiran Agus Saprudin Sutopo menjadi fondasi penting dalam perjalanan dan konsolidasi organisasi. Dedikasi serta pengabdiannya meninggalkan jejak perjuangan yang kuat dan sulit tergantikan.
“Kami mendoakan semoga Allah SWT. mengampuni segala khilaf almarhum, menerima seluruh amal ibadahnya, serta menempatkannya di sisi terbaik-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan,” demikian doa yang disampaikan.
Ungkapan belasungkawa juga mengalir dari masyarakat kuli bongkar muat di Lampung sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan pengabdian almarhum selama membersamai kaum pekerja.
Ucapan duka cita dan penghormatan terakhir turut disampaikan oleh Serikat Pekerja/Buruh Lampung (FSPMI/KSPI Lampung). Almarhum dikenang sebagai pejuang buruh yang konsisten berdiri bersama kaum pekerja hingga akhir hayatnya.
Semoga Allah SWT mengampuni seluruh dosa dan khilaf almarhum, melapangkan kuburnya, menerima seluruh amal perjuangan dan ibadahnya sebagai amal jariyah, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga Allah SWT menganugerahkan kesabaran, keteguhan iman, dan keikhlasan dalam menerima ketetapan-Nya. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

