Ratusan Warga Padati Malam Teluk Betung Selatan, Pawai Obor Maulid Nabi Muhammad SAW Jadi Simbol Keteladanan

BANDAR LAMPUNG, KABAR NEGERI PLUS — Cahaya obor menyala di tengah gelapnya malam. Suara lantunan dan tabuhan rampak beduk berpadu dengan riuh warga yang memenuhi jalan-jalan perkampungan. Suasana tersebut mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M di Kecamatan Teluk Betung Selatan, Kota Bandar Lampung.


Ratusan warga dari berbagai kalangan mengikuti Pawai Obor dan Rampak Beduk yang digelar pada Jumat, 11 September 2026, mulai pukul 19.30 WIB atau selepas salat Isya.

 


Mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah, Menuju Pribadi yang Lebih Baik”, kegiatan tersebut melibatkan remaja masjid, pelajar, pemuda-pemudi, serta masyarakat dari sejumlah lingkungan di Kecamatan Teluk Betung Selatan.


Peserta membawa obor sambil mengikuti iring-iringan kendaraan hias bernuansa Islami. Sejumlah kendaraan dihias dengan berbagai ornamen seperti Ka’bah, unta, dan perahu sehingga menambah semarak suasana pawai.


Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut dipusatkan dari titik kumpul di tengah perkampungan warga. Pawai kemudian bergerak dengan iring-iringan peserta hingga rangkaian acara berlanjut pada pertunjukan rampak beduk.


Camat Teluk Betung Selatan, Wahyudi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda yang dilaksanakan setiap tahun dengan melibatkan karang taruna dan masyarakat setempat.


Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang melibatkan masyarakat dari 29 RT.


“Ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun dan diselenggarakan oleh karang taruna bersama segenap warga masyarakat. Kegiatan ini juga melibatkan 29 RT,” ujar Wahyudi.


Sementara itu, Ketua Pelaksana Alan Wijaya Pratama mengatakan pawai obor tidak hanya menjadi kegiatan seremonial dalam memperingati Maulid Nabi, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah.


“Pawai ini bertujuan untuk menghidupkan kembali semangat kecintaan kepada Rasulullah SAW dan mempererat ukhuwah Islamiyah antarwarga,” kata Alan.


Hal senada disampaikan Nadia, yang bertugas sebagai pembawa acara (MC). Ia mengatakan kegiatan tersebut melibatkan generasi muda sekaligus berupaya memadukan nilai-nilai keislaman dengan budaya lokal.


“Kegiatan ini diikuti pemuda-pemudi. Kami juga tidak lupa mengaitkan antara budaya lokal dan budaya Muslim,” ujar Nadia.


Semarak pawai semakin terasa ketika warga, pemuda-pemudi, dan anak-anak menyambut iring-iringan dengan sorak gembira. Cahaya obor yang bergerak di tengah kegelapan malam menjadi simbol pesan utama peringatan Maulid Nabi.


Obor dimaknai sebagai gambaran Rasulullah Muhammad SAW sebagai penerang umat sekaligus teladan dalam menjalani kehidupan.


Pesan keteladanan tersebut juga ditegaskan melalui ayat Al-Qur’an yang dicantumkan dalam banner kegiatan, yakni QS. Al-Ahzab ayat 21:


“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu.”
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pertunjukan rampak beduk yang dimainkan oleh pemuda dan pemudi karang taruna.

Tabuhan beduk menjadi penutup yang semakin menghidupkan suasana peringatan Maulid Nabi di tengah masyarakat.


Wahyudi berharap momentum Maulid Nabi Muhammad SAW tidak berhenti pada kemeriahan kegiatan, tetapi juga mampu memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat.


“Dengan peringatan Maulid Nabi ini, kami berharap menjadi momentum bagi masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan, tanpa perpecahan, dan tentunya semakin kompak,” tutup Wahyudi.


(Dok. KN+ by Admin)

 

Ratusan warga mengikuti pawai obor Maulid Nabi Muhammad SAW di Teluk Betung Selatan Bandar Lampung

About The Author

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *