Hari Pramuka ke-65: memantapkan langkah, memperkuat pengabdian, menuju indonesia emas 2045.

Kabar Negeri Plus, Lampung, 11 Agustus 2026 — Gerakan Pramuka akan memperingati Hari Pramuka ke-65 pada 14 Agustus 2026.

‎Peringatan tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kembali peran Pramuka sebagai wadah pembentukan karakter, kepemimpinan, kemandirian, dan kepedulian sosial generasi muda Indonesia.

‎Memasuki usia 65 tahun, Gerakan Pramuka mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.”

‎Tema tersebut mencerminkan arah gerakan Pramuka yang tidak hanya berfokus pada pendidikan karakter, tetapi juga mendorong keterlibatan generasi muda dalam berbagai agenda strategis pembangunan bangsa.

‎Kwartir Nasional Gerakan Pramuka menilai momentum Hari Pramuka ke-65 harus menjadi kesempatan untuk memperkuat transformasi organisasi agar semakin modern, profesional, adaptif, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai dasar kepramukaan.

‎Salah satu penekanan tahun ini adalah dukungan terhadap swasembada pangan.

‎Pramuka diharapkan mampu mengambil bagian dalam membangun kesadaran generasi muda mengenai pentingnya ketahanan pangan, kemandirian, pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana, serta kepedulian terhadap lingkungan.

‎bukan sekadar seremonial.

‎Peringatan Hari Pramuka tidak seharusnya berhenti pada kegiatan upacara, perkemahan, atau seremoni tahunan.

‎Lebih dari itu, peringatan tersebut menjadi pengingat bahwa pendidikan kepramukaan memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang memiliki disiplin, tanggung jawab, gotong royong, kepemimpinan, dan semangat pengabdian.

‎Gerakan Pramuka sendiri secara resmi diperkenalkan pada 14 Agustus 1961 sebagai organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan di Indonesia.

‎Pramuka merupakan singkatan dari Praja Muda Karana yang bermakna orang muda yang suka berkarya.

‎Nilai tersebut menjadi semakin relevan di tengah perubahan zaman. Generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang jauh berbeda dibandingkan masa awal berdirinya Gerakan Pramuka, mulai dari perkembangan teknologi digital, perubahan sosial, persoalan lingkungan, hingga tantangan ekonomi dan ketahanan pangan.

‎Karena itu, Pramuka dituntut untuk terus beradaptasi tanpa kehilangan jati diri.

‎menyiapkan generasi emas.

‎Menuju Indonesia Emas 2045, pembangunan sumber daya manusia menjadi salah satu fondasi penting. Dalam konteks tersebut, pendidikan kepramukaan dapat menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter dan kecakapan hidup.

‎Semangat disiplin, gotong royong, kepedulian terhadap sesama, cinta tanah air, serta kemampuan bekerja dalam tim merupakan nilai-nilai yang dibutuhkan untuk menghadapi masa depan.

‎Tema Hari Pramuka ke-65 juga menegaskan bahwa generasi muda perlu dipersiapkan agar mampu menjadi bagian dari solusi terhadap persoalan bangsa.

‎Dukungan terhadap swasembada pangan, misalnya, dapat diterjemahkan melalui kegiatan edukasi pertanian, pemanfaatan lahan, penghijauan, pengelolaan lingkungan, pengembangan keterampilan, hingga berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

‎pramuka harus hadir di tengah masyarakat

‎Di usia ke-65, tantangan terbesar Gerakan Pramuka bukan hanya mempertahankan eksistensi organisasi, tetapi memastikan keberadaannya benar-benar dirasakan masyarakat.

‎Pramuka harus mampu hadir ketika masyarakat membutuhkan kepedulian, kerja sama, edukasi, dan pengabdian. Semangat tersebut sejalan dengan cita-cita menjadikan Gerakan Pramuka sebagai wadah utama pembentukan kader pemimpin bangsa.

‎Kwartir Nasional juga telah menegaskan arah Gerakan Pramuka sebagai organisasi yang tangguh, adaptif, berwawasan lingkungan, serta siap mengambil peran dalam membangun kemandirian bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

‎Peringatan Hari Pramuka ke-65 pada akhirnya bukan hanya tentang mengenang perjalanan panjang organisasi, melainkan tentang bagaimana seluruh anggota Pramuka mampu memantapkan langkah untuk menghadapi masa depan.

‎Dari gugus depan hingga tingkat nasional, semangat kepramukaan diharapkan terus tumbuh menjadi kekuatan sosial yang melahirkan generasi muda berkarakter, mandiri, peduli, dan siap mengabdi untuk Indonesia.

‎Selamat Hari Pramuka ke-65.

‎Satu Pramuka, satu semangat pengabdian, untuk Indonesia yang semakin tangguh dan menuju Indonesia Emas 2045.

‎(Dok. KN+ by Jakfar Sidik.)


 

About The Author

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *