
Suri Teladan Pejuang G30S Jadi Cermin Jurnalis, Dangs Yuli Fransyah: Pers Harus Berani Berdiri di Atas Kebenaran
BANDAR LAMPUNG — KABAR NEGERI PLUS — Sejarah tidak hanya berbicara tentang masa lalu. Di dalamnya terdapat pelajaran tentang keberanian, pengorbanan, keteguhan sikap, dan tanggung jawab yang dapat menjadi cermin bagi generasi berikutnya—termasuk bagi insan pers.
Pesan tersebut mengemuka dalam edukasi kejurnalistikan yang disampaikan Direktur Media Kabar Negeri Plus, Dangs Yuli Fransyah, kepada seluruh awak media Kabar Negeri Plus di Kantor Sekretariat Exco Partai Buruh Kota Bandar Lampung, Selasa, 29 September 2026.
Dalam materi yang disampaikannya, Dangs Yuli Fransyah mengaitkan nilai keteladanan yang dapat dipetik dari sejarah perjuangan bangsa dengan tanggung jawab seorang jurnalis dalam menjalankan tugasnya.
Menurutnya, seorang wartawan tidak cukup hanya mampu menulis berita. Jurnalis harus memiliki keberanian untuk mencari fakta, keteguhan dalam memegang prinsip, serta kesadaran bahwa setiap informasi yang dipublikasikan dapat memengaruhi kehidupan masyarakat.
«“Suri teladan dari para pejuang bangsa harus menjadi pedoman moral bagi para jurnalis. Bukan sekadar mengingat sejarah, tetapi mengambil nilai keberanian, pengorbanan, disiplin, dan tanggung jawab untuk menjalankan profesi jurnalistik,” ujar Dangs Yuli Fransyah dalam materi edukasinya.»
Ia menegaskan, dunia jurnalistik membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan merangkai kata. Di tengah derasnya arus informasi dan maraknya kabar yang belum terverifikasi, wartawan dituntut mampu membedakan fakta, opini, dugaan, dan informasi yang belum terbukti.
“Jangan sampai kecepatan mengalahkan kebenaran. Jangan karena mengejar berita pertama, kita mengabaikan proses verifikasi,” tegasnya.
Jurnalis Bukan Sekadar Pemburu Berita
Dangs juga mengingatkan seluruh awak Kabar Negeri Plus bahwa profesi jurnalistik memiliki tanggung jawab sosial yang besar.
Seorang wartawan harus mampu menjadi mata dan telinga masyarakat, sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional. Karena itu, keberanian seorang jurnalis bukan diukur dari seberapa keras tulisannya, tetapi dari kesanggupannya mempertahankan fakta meskipun menghadapi tekanan.
Ia mendorong para jurnalis Kabar Negeri Plus agar tidak mudah terseret kepentingan pribadi, kelompok maupun kekuasaan ketika menjalankan tugas jurnalistik.
“Jurnalis harus berdiri di atas fakta. Kritik harus berbasis data, keberpihakan harus kepada kepentingan publik, dan setiap informasi harus melalui proses verifikasi,” katanya.
Menurutnya, sejarah bangsa dapat menjadi ruang pembelajaran bagi insan pers untuk memahami bahwa sebuah prinsip memiliki konsekuensi. Karena itu, nilai keberanian dan pengorbanan yang dikenang dari berbagai peristiwa sejarah harus diterjemahkan ke dalam bentuk profesionalisme jurnalistik pada masa kini.
Dari Sejarah Menuju Profesionalisme Pers
Edukasi tersebut sekaligus menjadi pengingat internal bagi jajaran Kabar Negeri Plus bahwa pers bukan sekadar industri pemberitaan, melainkan bagian dari kehidupan demokrasi.
Jurnalis memiliki ruang untuk mengungkap persoalan publik, menyuarakan kepentingan masyarakat, sekaligus mengawal transparansi melalui pemberitaan yang faktual dan berimbang.
Dangs Yuli Fransyah menekankan, semakin besar tantangan informasi di era digital, semakin tinggi pula tuntutan terhadap integritas wartawan.
Kecepatan boleh menjadi kekuatan media digital. Namun, akurasi, verifikasi, keberimbangan, dan keberanian mempertanggungjawabkan setiap berita harus tetap menjadi fondasi.
Dari ruang edukasi tersebut, satu pesan ditekankan kepada seluruh awak media Kabar Negeri Plus: sejarah tidak cukup dikenang, tetapi harus dipetik nilai-nilainya. Dan bagi seorang jurnalis, nilai itu harus diwujudkan melalui keberanian mencari kebenaran, disiplin melakukan verifikasi, serta tanggung jawab menjaga marwah pers.
Dengan prinsip tersebut, Kabar Negeri Plus berupaya membangun karakter jurnalistik yang tidak hanya cepat dalam menyampaikan informasi, tetapi juga kuat dalam mempertanggungjawabkan setiap berita kepada publik.
(Dok.KN+/Admin)

