
Kemarau Menekan, BPBD Bandar Lampung Kirim Dua Tangki Air ke Dua RT di Sukamaju
BANDAR LAMPUNG — KABAR NEGERI PLUS — Ketika kemarau mulai menekan kebutuhan air bersih warga, bantuan air bukan lagi sekadar distribusi rutin. Bagi masyarakat yang membutuhkan, satu tangki air dapat menjadi penopang kebutuhan dasar di tengah keterbatasan pasokan.
Respons itu dilakukan BPBD Kota Bandar Lampung dengan mendistribusikan air bersih ke wilayah Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Telukbetung Timur, Lingkungan 2, Kamis (17/9/2026).
Petugas BPBD Kota Bandar Lampung, Ahd, menyampaikan bahwa pada pukul 12.30 WIB, distribusi air bersih akan dilakukan dengan mengirimkan dua tangki air untuk melayani dua wilayah RT, yakni RT 08 dan RT 07 Kelurahan Sukamaju.
“Untuk pendistribusian saat ini, pukul 12.30 WIB, akan dikirim sebanyak dua tangki air untuk dua RT, yaitu RT 08 dan RT 07 Kelurahan Sukamaju,” ujar Ahd, petugas BPBD Kota Bandar Lampung.
Pernyataan tersebut menjadi konfirmasi langsung mengenai langkah BPBD dalam memenuhi kebutuhan air bersih warga di wilayah Sukamaju yang terdampak kondisi kemarau.
5.000 Liter untuk 100–150 KK
Sementara itu, Ketua RT 08 Lingkungan 2 Sukamaju, Marzuki, mengatakan bahwa untuk kebutuhan warga, satu mobil tangki air memiliki kapasitas 5.000 liter dan diperuntukkan bagi sekitar 100–150 kepala keluarga (KK) per hari.
Menurut Marzuki, warga telah diimbau untuk mempersiapkan wadah atau tempat penampungan air sebelum bantuan tiba.
Imbauan tersebut dilakukan agar proses distribusi berjalan tertib dan air yang diterima masyarakat dapat langsung dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.
Kedatangan bantuan air bersih pun mendapat sambutan antusias dari warga. Masyarakat menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui BPBD yang turun langsung mendistribusikan air ke lingkungan permukiman.
Tim investigasi Kabar Negeri Plus yang berada di lokasi melihat langsung aktivitas distribusi dan respons masyarakat terhadap bantuan tersebut.
Dua RT, Satu Kebutuhan: Air Bersih
Distribusi ke RT 07 dan RT 08 menunjukkan bahwa kebutuhan air bersih di kawasan permukiman menjadi perhatian pemerintah ketika musim kemarau berlangsung.
Bagi warga, persoalan air bukan hanya soal kenyamanan. Air dibutuhkan untuk berbagai aktivitas rumah tangga dan kebutuhan dasar sehari-hari.
Karena itu, masyarakat berharap distribusi air bersih dapat terus dilakukan selama kondisi kemarau masih berdampak terhadap ketersediaan air di lingkungan mereka.
Di tengah kemarau, perhatian pemerintah akhirnya diuji bukan hanya melalui kebijakan di atas kertas, tetapi melalui seberapa cepat bantuan benar-benar sampai ke lingkungan warga.
Dan di Sukamaju, dua tangki air hari ini menjadi bukti nyata bahwa kebutuhan air bersih warga sedang mendapatkan respons langsung di lapangan.
(Dok.KN+/Ahmad salahudin)

