
Swadaya Warga Margodadi: 10 Tahun Jalan Rusak, Kini Bangkit Lewat Gotong Royong
Kabar Negeri Plus, 7 April 2026
PESAWARAN – Selama lebih dari satu dekade, kondisi jalan di Desa Margodadi, Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran, berada dalam kondisi rusak parah tanpa penanganan berarti. Namun keterbatasan itu tidak membuat masyarakat tinggal diam. Warga justru bangkit, mengambil inisiatif, dan bergerak bersama memperbaiki jalan desa secara swadaya.
Berangkat dari musyawarah warga, keputusan diambil: perbaikan jalan harus dimulai dari kekuatan sendiri. Tanpa menunggu bantuan, masyarakat sepakat melakukan rehabilitasi jalan melalui gotong royong yang dilaksanakan secara bergiliran antar-RT.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa solidaritas sosial masih hidup dan kuat di tengah masyarakat pedesaan. Warga bekerja bersama, menyumbangkan tenaga, waktu, bahkan biaya, demi satu tujuan—akses jalan yang layak dan aman.
Baca Juga:
![]()
DUA KALI BERMASALAH DAPUR MBG SUDIMORO DI TANGGAMUS DISOROTI PUBLIK MINTA PEMERINTAH BERTINDAK TEGAS
“Melalui gotong royong ini, kami berharap akses jalan menjadi lebih baik, sehingga aktivitas masyarakat bisa berjalan lancar. Ini juga mempererat kebersamaan antar warga,” ujar Ilham, salah satu warga.

Tidak hanya tenaga, warga juga turut berkontribusi secara finansial. Setiap kepala keluarga secara sukarela menyumbang sebesar Rp100.000 untuk mendukung perbaikan jalan. Langkah ini menunjukkan tingginya kesadaran kolektif serta komitmen menjaga lingkungan dan infrastruktur desa.
Ketua RT setempat, Usman, berharap adanya perhatian dari para dermawan maupun pihak terkait. Ia membuka peluang bagi siapa saja yang ingin berpartisipasi dalam bentuk bantuan material maupun dana.
“Kami berharap ada kepedulian dari para donatur. Harapan kami sederhana, jalan desa ini bisa bagus sehingga transportasi masyarakat menjadi lancar,” ungkapnya.
Upaya swadaya ini menjadi gambaran nyata bahwa masyarakat tidak selalu bergantung pada pemerintah. Namun demikian, kondisi infrastruktur di wilayah tersebut masih membutuhkan perhatian serius, terutama akses jalan penghubung antar desa seperti Margodadi, Sumber Agung, dan Sukamandi yang hingga kini belum mendapatkan pembangunan memadai, termasuk fasilitas penunjang seperti talud.
Berdasarkan pantauan Kabar Negeri Plus, kondisi ini berlangsung cukup lama tanpa intervensi signifikan. Oleh karena itu, diharapkan pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah konkret, agar pembangunan infrastruktur di wilayah Kecamatan Way Lima, khususnya Desa Margodadi, tidak terus tertinggal.
Gotong royong yang dilakukan warga bukan hanya soal memperbaiki jalan, tetapi juga menjadi simbol ketahanan sosial—bahwa di tengah keterbatasan, kebersamaan tetap menjadi kekuatan utama.
(Dok. KN+ / Jakfar Sidik)

