
Kardus Maut di Pahoman!Bayi Ditemukan di Tumpukan Sampah, CCTV Bongkar Jejak ART, Bercak Darah Jadi Petunjuk
BANDAR LAMPUNG — Sebuah kardus di Jalan Way Seputih, Kelurahan Pahoman, Bandar Lampung, seharusnya hanya menjadi bagian dari tumpukan sampah rumah tangga.
Namun Senin pagi, 10 Agustus 2026, kardus itu justru membuka sebuah tragedi yang mengguncang kawasan tersebut.
Kaki bayi terlihat dari dalam kardus.
Petugas kebersihan yang semula hendak mengangkut sampah sontak menghentikan pekerjaannya. Setelah diperiksa, ternyata di dalam kardus tersebut terdapat jasad bayi perempuan.
Dari sinilah penyelidikan polisi bergerak.
Dan semakin dalam ditelusuri, semakin banyak potongan misterius yang bermunculan.
Ada rekaman CCTV.
Ada rumah tepat di depan lokasi pembuangan kardus.
Ada bercak darah dan kain di kamar mandi.
Dan ada seorang perempuan berinisial S, seorang asisten rumah tangga (ART), yang kini diamankan polisi karena diduga merupakan ibu bayi tersebut.
Bukan Sekadar Kardus Sampah
Penemuan jasad bayi itu langsung dilaporkan kepada polisi.
Tim Inafis Polresta Bandar Lampung turun ke lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Jasad bayi kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Polisi menyebut kondisi jasad bayi masih utuh dan diperkirakan belum lama meninggal dunia ketika ditemukan.
Tetapi lokasi penemuan membuat penyidik tidak tinggal diam.
Kardus itu ternyata berada tidak jauh dari sebuah rumah tempat S bekerja.
Kebetulan? Polisi mulai menelusurinya.
Saksi diperiksa. Rekaman CCTV dibuka. Pergerakan di sekitar lokasi ditelusuri.
Dari situlah nama S mulai masuk dalam radar penyelidikan.
CCTV Mengarah ke Rumah di Depan Lokasi
Kapolsek Tanjung Karang Barat AKP Martoyo mengatakan, penyidik menemukan petunjuk dari keterangan saksi dan rekaman kamera CCTV di sekitar lokasi.
S diketahui bekerja sebagai ART di rumah yang berada tepat di depan lokasi ditemukannya kardus berisi jasad bayi.
Polisi kemudian melakukan pemeriksaan di rumah tersebut.
Hasilnya, penyidik menemukan sejumlah bercak darah dan kain di kamar mandi.
Temuan tersebut diduga berkaitan dengan proses persalinan.
Di titik ini, penyelidikan mulai mengarah pada satu dugaan kuat: persalinan terjadi di rumah tempat S bekerja.
Namun pertanyaan berikutnya jauh lebih berat.
Apa yang terjadi setelah bayi itu lahir?
Dugaan Persalinan Dini Hari Berujung Tragedi
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi menduga S melahirkan seorang diri sekitar pukul 04.00 WIB pada Senin pagi.
Polisi juga menduga bayi tersebut masih dalam kondisi hidup setelah dilahirkan.
Dalam konstruksi sementara penyidik, bayi kemudian dimasukkan ke dalam ember berisi air hingga tidak lagi terdengar suaranya.
Setelah itu, jasad bayi diduga dibungkus menggunakan karung beras.
Karung tersebut kemudian dimasukkan ke dalam kardus.
Dan kardus itu diletakkan di luar pagar rumah tempat S bekerja.
Beberapa waktu kemudian, kardus tersebut ditemukan petugas kebersihan.
Kapolsek Tanjung Karang Barat AKP Martoyo mengatakan rangkaian penempatan kardus tersebut turut terungkap melalui rekaman CCTV.
“Setelah bayi tidak bersuara lagi, pelaku langsung mengambil sebuah karung untuk membungkus jasad bayi tersebut, kemudian memasukkannya ke dalam kardus dan diletakkan di luar pagar rumah tempat ia bekerja. Itu juga kami ungkap melalui CCTV,” kata Martoyo.
Bercak Darah Jadi Potongan Puzzle
Bagi penyidik, bercak darah di kamar mandi bukan sekadar temuan biasa.
Ada dugaan kuat bercak tersebut berkaitan dengan proses persalinan.
Kain yang ditemukan di lokasi juga menjadi bagian dari pemeriksaan.
Semua bukti kini harus diuji dan dikaitkan dengan keterangan saksi maupun hasil pemeriksaan terhadap S.
Polisi telah mengamankan S.
Namun pemeriksaan terhadapnya belum dilakukan secara maksimal.
Sebab perempuan tersebut baru melahirkan dan masih dalam kondisi syok.
“Motifnya masih kami dalami karena beliau masih shock. Kalau kami tanya masih bingung,” ujar Martoyo.
Baru Cerai, Polisi Masih Memburu Motif
Satu fakta lain ikut muncul dalam penyelidikan.
Polisi menyebut S baru saja bercerai dengan suaminya.
“Intinya saudara S ini baru cerai dengan suaminya,” kata Martoyo.
Tetapi polisi belum menyimpulkan bahwa perceraian tersebut merupakan motif tindakan yang diduga dilakukan S.
Motif masih menjadi teka-teki.
Apakah ada tekanan psikologis?
Apakah ada persoalan keluarga?
Apakah ada faktor lain yang belum terungkap?
Semua masih didalami.
Dan kondisi S yang masih syok membuat penyidik harus berhati-hati menggali keterangan.
Satu Kardus, Banyak Pertanyaan
Kasus ini kini bukan lagi sekadar cerita tentang jasad bayi yang ditemukan di tempat pembuangan sampah.
Di balik satu kardus tersebut, polisi sedang membongkar rangkaian peristiwa yang diduga terjadi hanya dalam hitungan jam.
Sekitar pukul 04.00 WIB diduga terjadi persalinan.
Kemudian bayi diduga dimasukkan ke dalam ember berisi air.
Jasadnya dibungkus karung beras.
Dimasukkan ke kardus.
Kardus diletakkan di luar pagar.
Dan beberapa waktu kemudian, petugas kebersihan menemukan kaki bayi menyembul dari dalam kardus.
Rentetan itu kini sedang diuji melalui CCTV, keterangan saksi, pemeriksaan TKP, serta bukti-bukti lainnya.
Polisi Belum Berhenti di S
S memang telah diamankan.
Namun penyidik masih harus memastikan seluruh rangkaian peristiwa secara hukum.
Siapa melakukan apa, kapan tindakan tersebut terjadi, bagaimana bayi meninggal, serta apa motif di baliknya, semuanya masih menjadi bagian dari penyidikan.
Perkara ini selanjutnya akan dilimpahkan kepada Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Bandar Lampung untuk proses hukum lebih lanjut.
Yang jelas, kardus di Jalan Way Seputih telah menjadi pintu masuk bagi polisi untuk membongkar tragedi yang terjadi di balik sebuah rumah.
Sebuah rumah yang dari luar mungkin terlihat biasa.
Sebuah kamar mandi yang menyimpan bercak darah.
Sebuah rekaman CCTV yang merekam pergerakan mencurigakan.
Dan sebuah kardus yang akhirnya membuka semuanya.
Kini pertanyaan terbesar bukan lagi siapa pemilik kardus itu.
Pertanyaannya: apa sebenarnya yang terjadi pada bayi perempuan tersebut sebelum jasadnya ditemukan di tengah sampah rumah tangga?
Polisi masih bekerja untuk menjawabnya.
(Dok.KN +/Admin)

