Tanda Ramadan Diterima atau Tidak: Di Sini Jawabannya

Kabar Negeri Plus | Subuh Menguatkan Iman
(Rubrik Dakwah Harian)

Assalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.

Kabar Negeri Plus mengajak kita mengawali hari dengan menguatkan iman, karena keberhasilan seorang Muslim tidak diukur dari seberapa kuat ia di satu waktu, tetapi dari apa yang tersisa setelahnya.

Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn, naḥmaduhu wa nasta‘īnuhu wa nastaghfiruh, wa na‘ūdzu billāhi min syurūri anfusinā wa min sayyi’āti a‘mālinā.

Dalil

إِنَّ اللَّهَ لَا يَمَلُّ حَتَّىٰ تَمَلُّوا

“Sesungguhnya Allah tidak bosan (memberi pahala) sampai kalian sendiri yang bosan (beramal).”
(HR Bukhari dan Muslim)

Inti Pesan

Banyak orang bertanya: apakah ibadah Ramadan kita diterima?

Jawabannya bukan pada perasaan, tetapi pada keadaan kita hari ini.

Jika setelah Ramadan kita menjadi lebih baik, lebih dekat dengan Allah, lebih menjaga ibadah—itulah tanda diterima.
Namun jika kita kembali seperti sebelumnya, bahkan lebih lalai—maka itu tanda yang harus diwaspadai.

Baca Juga:

    Tawakal: Berserah dengan Keyakinan Penuh

Ramadan bukan tujuan, tetapi proses.
Yang dinilai bukan hanya apa yang dilakukan selama sebulan, tetapi apa yang berlanjut setelahnya.

Di sinilah kejujuran iman diuji.
Tidak ada yang bisa menilai selain diri kita sendiri.

Aksi Hari Ini

Lakukan evaluasi diri dengan jujur:

  • Bandingkan sebelum dan sesudah Ramadan
    Apakah ada perubahan dalam ibadah dan akhlak?
  • Perbaiki yang mulai ditinggalkan
    Jangan biarkan kebiasaan baik hilang begitu saja.
  • Tetapkan komitmen baru
    Jaga minimal satu amalan sebagai tanda keberlanjutan iman.

Kunci: iman bukan tentang sempurna, tetapi tentang terus memperbaiki.

Sebab tidak ada manusia yang selalu berada di titik terbaiknya. Iman naik dan turun, amal bisa kuat lalu melemah. Namun yang membedakan adalah siapa yang sadar dan segera kembali memperbaiki diri. Setiap kali jatuh, ia bangkit. Setiap kali lalai, ia kembali mendekat. Inilah tanda iman yang hidup—bukan yang tanpa cela, tetapi yang tidak pernah berhenti kembali kepada Allah. Karena pada akhirnya, yang dinilai bukan siapa yang paling sempurna, melainkan siapa yang paling jujur dalam memperbaiki diri hingga akhir hayat.

Penutup

Ramadan telah berlalu, tetapi penilaiannya masih berjalan.
Jika hari ini kita lebih baik, itu tanda diterima. Jika tidak, maka perbaiki sebelum terlambat.

Ingat, yang berhasil bukan yang paling semangat di awal, tetapi yang tetap berjalan sampai akhir.

Wallahu a‘lam bish-shawab.

Wassalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.

(Dok. KN+ Zea Safitri)

About The Author

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *